loader image

Maskapai Garuda Larang Berfoto Dalam Kabin Pesawat

JAKARTA – Maskapai Garuda Indonesia melarang aktivitas mengambil foto di dalam pesawat. Larangan tersebut berdasarkan pengumuman NO.JKTCSS/PE/60145/19 yang diterima di Jakarta, Selasa.

Pengumuman tersebut telah ditandatangani oleh Pjs SM FA Standardization & Development Evi Oktaviana di Jakarta pada 14 Juli 2019. Dalam surat pe­ngumuman tersebut tercantum bahwa baik penumpang maupun awak kabin tidak diperbolehkan mengambil foto di dalam pesawat.

“Menindaklanjuti arahan dari manajemen, kepada seluruh awak kabin diinformasikan sebagai berikut: Tidak diperbolehkan mendokumentasikan segala kegiatan di pesawat, baik berupa foto ataupun video oleh awak kabin ataupun penumpang,” tulis pengumuman tersebut.

Lebih lanjut, awak kabin harus menggunakan bahasa yang assertif (tegas) dalam me­nyam­paikan larangan kepada pe­num­pang untuk point pertama di atas, kecuali sudah mendapatkan surat izin dari perusahaan. Perusahaan disebut akan memberi sanksi jika terjadi pelanggaran terhadap ketentuan di atas.

Hingga saat ini, pihak Garuda belum memberikan keterangan terkait beredarnya surat pe­ngu­muman tersebut. Se­be­lumnya, foto secarik kertas berisikan tulisan tangan menu makanan kelas bisnis viral setelah dibagikan oleh seorang influencer dengan akun @rius.vernandes.

Rius mengunggah sebuah foto tersebut ke Instagram Story karena mendapat penjelasan dari awak kabin bahwa daftar menu yang seharusnya digunakan masih dalam proses pencetakan. Dia menyebut foto itu diambil dalam perjalanan dengan Garuda Indonesia rute Sydney-Denpasar.

Sementara itu, pengamat penerbangan Gatot Raharjo menilai, penumpang memiliki hak untuk mengambil foto saat di dalam kabin pesawat disebabkan telah membayar tiket. Selain itu, dia menjelaskan, penggunaan pengambilan foto juga bermanfaat untuk keamanan dan keselamatan penumpang pesawat sendiri.

“Pesawat itu memang properti sebuah maskapai. Tapi kalau melarang memotret tempat duduk, jendela, makanan dan lain-lain yang berhubungan dengan keselamatan, keamanan dan pelayanan pada dirinya sendiri yang harus disediakan oleh maskapai sebagai konsekuensi pembelian tiket, tentu patut dipertanyakan,” tuturnya.

Sebab itu Gatot menjelaskan, larangan penumpang untuk mengambil foto tidak diatur dalam regulasi penerbangan, melainkan hanya dalam SOP saja. “Inilah kenapa hal ini tidak diatur dalam regulasi penerbangan, tapi hanya di dalam SOP maskapai,” ujarnya. ant/mb06

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *