Kalsel Kekurangan Sirkuit Balap Permanen

mb/edoy
SIRKUIT – Ketua IMI Kalsel, Edi Sudarmadi menginginkan agar dibangun sirkuit balap permanen dikawasan Banjarmasin, Banjarbaru dan Pelaihari.

BANJARMASIN– Provinsi Kalimantan Selatan merupakan daerah paling banyak menggelar event balap baik tingkat provinsi maupun nasional, namun masih terbentur terlalu minimnya memiliki sirkuit balap permanen.

Oleh sebab itu, banyak event balap kendaraan bermotor yang sering digunakan hanya bersifat sementara saja, sehingga untuk menampung besarnya minat masyarakat terhadap cabang olahraga balap motor terkendala karena tidak memiliki sirkuit balap permanen.

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Kalimantan Selatan, Edi Sudarmadi, menga­takan, usaha yang selalu dicoba , memang di Kalsel ada beberapa sirkuit balap seperti di Balipat, Kabupaten Tapin namun di­rasakan masih kurang.

Tidak menutup kemungkinan tempat lain yang jumlah pen­duduknya yang cukup tinggi khususnya Banjarmasin dan Banjarbaru untuk membuat sirkuit balap.

“ Saya mencoba menggandeng pihak-pihak dan termasuk Pemda untuk membuat sirkuit permanen, tapi bisa digunakan juga untuk fasilitas lain seperti expo, olahraga sepeda danlainnya,”ujar Edi di Banjar­masin, Senin (15/7).

Karena mentenen sirkuit itu mahal, jadi harus pengelolaannya profesional kalau mengandalkan event bisa dihitung, tapi kalau bisa berfungsi banyak.

“ Saya pikir investor dan pengelola memberikan biaya membantu perawatan sirkuit, kalau saya punya keinginan yang bisa dipergunakan lebih banyak lagi,”jelasnya.

Seperti di lapangan Murjani, Banjarbaru mungin siang dilihat orang jalan kaki, kemudian tenda dan panggung berdiri besoknya dibongkar, sirkuit apalagi kenapa tidak dibuat tempat lain.

“ Ini sudah kita sampaikan kepada Gubernur dan Walikota mudah-mudahan bentuknya seperti apa karena keterbatasan pemerintah memiliki lahan juga menjadi kendala pembuatan sirkuit,” tegasnya.

Sedangkan kalau bicara standar sir­kuit itu levelnya banyak digunakan kendaraan dengan cc berapa, kalau CC 150 dan 200 biasa saja.kalau formula 1 dengan 1000 cc dan­lainnya itu harus dengan luasan lahan sirkut yang banyak juga.

“Motor besar juga ada di Indonesia, sekitar 10 hektar sudah lebih dari cukup.Paling tidak untuk sirkuit lokasinya di Banjarbaru, Banjarmasin dan Pelaihari,” ujarnya.

Direktur Marketing PT. Trio Motor, Antonius Silitonga, mengatakan, sangat mendukung sekali dengan pembuatan sikuit permanen yang lebih baik.” kami dari Trio Motor sangat men­dukung sekali, dan bersedia dengan bekerjsama,” ujar Anton.

Seperti diketahui, Kalsel men­jadi salah satu tempat yang selalu dilaksanakan HOnda Dream Cup karena besarnya antusias masya­rakat dan pesertanya. Kedepan akan lebih baik lagi dilakukan. “Kedepan sesuai market yang disusun prodak kami akan dilanjutkan pengembangan kem­bali,” tambahnya.rds

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *