Haul Habib Mancung Di Pacakan Diserbu Warga

Bupati Tanah Bumbu, H Sudian Noor saat menyampaikan sambutan pada haul ke-51 Habib Muhammad Bin Habib Ali Al Idrus atau lebih dikenal Habib Mancung di Desa Pacakan, Kecamatan Kusan Hulu

BATULICIN – Ribuan warga datang dari berbagai daerah di Kabupaten Tanah Bumbu dan luar daerah menyerbu haul ke-51 Habib Muhammad Bin Habib Ali Al Idrus atau lebih dikenal Habib Mancung di Desa Pacakan, Kecamatan Kusan Hulu, Minggu (14/07).

Tidak hanya warga jemaah yang berbondong-bondong menghadiri haul Habib Mancung tersebut, tetapi juga turut hadir dan berbaur dengan warga Bupati Tanah Bumbu, H Sudian Noor beserta jajaran Pemkab Tanah Bumbu.

Hadir juga pada acara haul tersebut Sayyid Seif Alwi, Pimpinan Majelis Ahbaburrosul Indonesia dari Jakarta, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tanbu, KH M Fadli Muis serta tokoh agama serta para habaib yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu.

Ribuan masyarakat datang ber­bondong-bondong menghadiri acara tersebut, karena pribadi Habib Mancung sendiri dikenal masyarakat sebagai tokoh Islam yang sangat kharismatik, berwibawa namun sangat sopan saat berhadapan dengan masyarakat.

Habib Mancung sendiri se­betulnya bukanlah orang asli Kali­mantan, melainkan berasal dari tanah seberang yaitu Solo. Setelah men­yelesaikan pendidikan agama di Ma­dinah, hatinya terketuk merantau ke Kalimantan Selatan tepatnya di Kecamatan Kusan Hulu untuk men­gab­dikan diri sebagai pembawa syiar Islam.

Hingga pada akhir hidupnya Habib Mancung meminta kepada keluarganya agar setelah wafat ia dimakamkan di Desa Pacakan saja. Demikian menurut manakib yang dibacakan pada acara haul tersebut.

Bupati Tanah Bumbu, H Sudian Noor menyampaikan rasa bahagianya atas diselenggarakannya haul Habib Mancung tersebut.

“Saya berharap melalui mo­mentum haul ini kita mampu mem­pelajari sejarah berkembangnya Islam di daerah kita agar terus mampu meningkatkan keimanan serta ketaq­waan kita kepada Allah SWT,” ujar bupati.

Bupati berjanji, acara haul seperti ini seharusnya bukan para ahlud bait atau juriat saja yang terbebani dengan anggaran biaya yang hanya didapat dari sumbangan para donatur.

“Saya keinginan akan datang kegiatan haul yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu sudah teranggarkan setiap tahunnya sehingga sedikit banyak bisa membantu swadaya dana,” ucapnya. rel/mz/ani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *