BKPM Apresiasi Komitmen Paman Birin

Dalam Bidang Pelayanan Investasi

mb/ist
KENANGAN – Sekdaprov Kalsel, H Abdul Haris saat menyerahkan kenang-kenangan dari Pemprov Kalsel kepada Ketua Kadin Kota Batam, Jadi Raja Gukguk, disela Forum Investasi Kalsel, di Batam.

BATAM – Direktur Fasilitas Promosi Daerah, Badan Koor­dinasi Penanaman Modal (BK­PM) RI, Dr Ir Indra Darmawan, MSc, mengapresiasi komitmen Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor di bidang pelayanan investasi daerah.

Hal itu disampaikan Indra Darmawan, saat menjadi nara­sumber utama pada Forum Investasi Kalsel di Batam, Kamis (11/7).

Pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) BKPM RI itu juga mengungkapkan komitmen kepala daerah menjadi pondasi bagi terjaganya iklim investasi di daerah.

Indra juga optimis atas potensi investasi yang ditawar­kan Kalsel. Semua potensi yang ditawarkan realistis dan didu­kung aspek sumber daya dan infra­struktur.

“Kami juga mengamati pela­yanan untuk kemudahan untuk calon investor dan swasta yang telah operasionalisasi di Kalsel, diberikan kemudahan dalam segala aspek, terutama dari regulasi perizinan,” pujinya.

Dan hal itu untuk Kalsel terimplementasi positif ditandai  harmonisasi pihak swasta dengan pemerintah. Salah satu wujud atensi itu adalah keterlibatan Kalsel merangkul stakeholder tekait juga  aktif menjemput even-even promosi, termasuk melalui Forum Investasi Kalsel hari ini.

BKPM akan menindaklanjuti dan membantu fasilitasi atas potensi investasi yang dita­warkan Kalsel. Salah satunya menawarkannya dengan negara-negara atau pengusaha yang menjadi mitra BKPM.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalimantan Selatan, H Abdul Haris, dalam kesem­patan itu memaparkan, Kalsel memiliki potensi strategis inves­tasi seperti kawasan industri di Jorong, Aero City Bandara Syamsudin Noor, pembangunan sport city dan pembangunan pembangkit listrik dengan nilai investasi puluhan triliun rupiah.

Dalam forum dihadiri sejum­lah negara, seperti Singapura dan pengusaha-pengusaha nasional, Sekdaprov menjelaskan, secara geografis Kalsel berada ditengah-tengah Indonesia. Aksesnya terbuka dari seluruh penjuru Indonesia.

Berada di sisi luar alur laut kepulauan Indonesia (ALK) II serta bebas dari gempa bumi dan gunung berapi. Bahkan, sentral poros maritim nusantara juga terletak di Kalimantan Selatan, tepatnya di Kabupaten Kotabaru. Disampaikan Sekda, infra­struktur pendukung Kalsel juga telah ada seperti jalan, pelabuhan dan bandara.

Terlebih, tahun 2019 ini pengembangan bandara Syam­sudin Noor akan selesai seiring dengan peningkatan status internasional. Untuk itu, Sekda mengajak para investor yang hadir dalam investasi tersebut untuk ber­invetasi di Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Selatan, Ir H Nafarin mengatakan, berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI pada tahun 2018 realisasi investasi di Kalsel men­duduki peringkat 9 dari 34 Provinsi.

Dia menyebutkan, untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) nilai invetasi sebesar Rp9,975 triliun dan peringkat 25 dari 34 Provinsi untuk Pena­naman Modal Asing (PMA) dengan nilai investasi sebesar Rp1,730 triliun se­hingga total realisasi invetasi PMA dan PM­DN sebesar Rp11,­705 triliun.  syh/bdm/ani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *