Tak Sembarangan Membuat Berita Anak, Ada Pedomannya

yusni
SOSIALISASI RAMAH ANAK – Anggota Dewan Pers, Jamalul Insan, saat menjadi narasumber dalam acara sosialisasi Pedoman Pemberitaan Ramah Anak (PPRA) bagi insan pers di Kalimantan Selatan, di Banjarmasin, Kamis (11/7).

BANJARMASIN– Media massa berperan untuk melindungi hal-hal yang dapat merusak masa depan anak melalui pemberitaan. Baik anak yang dianggap sebagai pelaku kejahatan maupun korbannya, dalam setiap pemberitaan tidak boleh untuk mengungkapkan identitasnya.

Hal tersebut terungkap dalam sosialisasi pedoman pemberitaan ramah anak (PPRA) yang diselenggarakan oleh Dewan Pers bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, bagi insan pers di Kalimantan Selatan, di Hotel Mercure, Banjarmasin, Kamis (11/7). Dijelaskan anggota Dewan Pers, Jamalul Insan, media massa harus melindungi hak-hak anak-anak.

“Selama dilakukan sesuai pedoman jurnalistik akan kita bela. Saya sangat mengapresiasi dengan kehadiran media di Kalsel,”ujar Jamalul .

Dikatakan Jamalul, Dewan Pers bertugas membina pers sehingga bekerja secara profesional.  Kita banyak melihat di jurnalis masih belum pas terhadap pemberitaan anak,.

Terkait identitas anak seringkali lewat, padahal itu harus dilindungi kode Etik jurnalistik, bahkan yang menjadi ancaman undang-undang perlindungan anak yang bisa mengancam secara pidana, dan itulah yang kita melihat di ingatkan kepada teman-teman pers,”jelasnya.

Karena itu, ia berpesan kepada insan pers agar bekerja secara profesional mematuhi aturan yang memang harus dilakukan.

Staf Ahli Menteri Hubungan Antar Lembaga Kementerian Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak, Rini Handayani, SE,MM, mengatakan, sesuai Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 perubahan UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak, pasal 21 menyebutkan bahwa pemerintah daerah berkewajiban dan bertanggung jawab untuk melaksanakan dan mendukung kebijakan nasional dalam penyelenggaraan perlindungan anak di daerah.

Peran penting media dalam perlindungan anak , kata Rini, mengedukasi khalayak luas akan pentingnya perlindungan anak.

Sebagai manifestasi citizen oversight, yakni memantau kerja otoritas penegakan hukum agar bekerja lurus, tulus dan bagus dalam rangka melindungi anak-anak Indonesia.

“Peran media massa saat ini sangat strategis dalam memberikan perubahan kepada masyarakat yang lebih baik,”ujar Rini.

Namun pada saat bersamaan, media juga bisa menjadi agen pelanggeng atas beragam pandangan dan praktik negatif yang ada.

Harapan kepada media hindari ekspos kasus anak dengan narasi yang vulgar, kosakata yang brutal, serta jaga kerahasiaan anak demi martabatnya.

Perbanyak warta tentang anak-anak yang punya prestasi, dipeluk kebahagiaan, dan membangun impian untuk berbuat kebaikan bagi semesta alam.

Jika public health model diterapkan secara ajeg, medua akan bisa mengiring kehirauan masyarakat akan aspek preventif terjadinya tindakan-tindakan pelanggaran hak anak.rds

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *