Antisipasi Cuaca Panas, Calhaj Diminta Bawa Kacamata Hitam

ilus/google
CUACA PANAS – Para jamaah calon haji diminta untuk memakai kacamata hitam saat cuaca panas.

BANJARMASIN – Jamaah calon haji asal embarkasi Banjarmasin diminta menyiapkan kacamata hitam guna mengantisipasi cuaca panas yang mencapai 48 derajat celcius yang menyilaukan mata di Kota Madinah, Arab Saudi.

“Jadi sebelum berangkat itu, kita imbau jamaah calon haji untuk minum air yang banyak, pakai masker dan kacamata hitam nantinya saat di Madinah, sebab cuacanya panas, mencapai 48 derajat celcius,” ujar Kabid Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalsel H. Matnor, di Banjarmasin, Kamis (11/7).

Menurut dia, agar para Calhaj tidak sampai kekurangan cairan karena panasnya cuaca di Madinah, sehingga nantinya harus berbekal air saat berjalan-jalan di sana. “Agar terhindar juga dari debu atau penyakit, disarankan untuk mengenakan masker,” papar Matnor.

Dia mengakui, bahwa penyakit yang sering diderita para jamaah saat di tanah suci Makkah maupun Madinah adalah batuk dan pilek. “Kan perubahan cuaca saat tinggal di sana, jadi bisa mempengaruhi kesehatan,” terangnya.

Terkait kabar para Calhaj embarkasi Banjarmasin yang sudah berada di Kota Madinah sejak 9 Juli 2019 lalu, yakni, kloter pertama dan kedua, tidak ada kabar masalah. “Sampai saat ini tidak ada kabar negatif, Alhamdulillah, artinya para Calhaj daerah kita baik-baik saja,” tuturnya.

Matnor menyampaikan, bahwa penginapan di Madinah bagi Calhaj embarkasi Banjarmasin tidak ditentukan lebih dulu saat di Tanah Air. “Jadi saya sendiri tidak tahu penginapannya di mana, sebab sudah sampai di sana, baru para Calhaj diberi tahu,” akunya.

 Matnor menyampaikan, sudah lebih 600 orang Calhaj asal embarkasi Banjarmasin yang sudah terbang ke Arab Saudi untuk memulai proses ibadah haji.  “Jumlah Calhaj dari provinsi kita tahun ini sesuai kuotanya sebanyak 4.136 orang, yakni, dibagi 13 kloter keberangkatan,” ujarnya.

 Dia berharap, para Calhaj baik yang sudah berada di Arab Saudi atau yang bersiap berangkat untuk terus menjaga kesehatan jasmani dan rohani. “Karena ibadah ini waktunya cukup panjang dan melelahkan, fisik dan jiwa harus kuat, jadi semua harus ingat betul itu,” pungkasnya.ant/rdi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *