Wartawan Banjarbaru Ikuti DKT

mb/ist
PENCEGAHAN – Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Drs H Said Abdullah MSi memberikan arahan kepada personil BPBD Kota Banjarbaru saat acara Sosialisasi Pencegahan dan Kewaspadaan Dini dalam rangka Pengurangan Resiko Bencana di Kota Banjarbaru.
mb/ist
KELOMPOK – Kepala Balai Bahasa Kalimantan Selatan Imam Budi Utomo, narasumber Musdalipah, foto bersama dengan para wartawan Kota Banjarbaru yang menjadi peserta Diskusi Kelompok Terpumpun Pemakaian Bahasa di Media Massa.

BANJARBARU – Puluhan wartawan yang bertugas di Kota Banjarbaru mengikuti Diskusi Kelompok Ter­pum­pun (DKT) Pemakaian Bahasa di Media Massa.

Acara yang digelar di Wisma Yulia Martapura, Rabu (19/6), dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Bahasa Kalimantan Selatan Drs Imam Budi Utomo MHum.

Ketua Panitia Pelaksana Akbari SS mengatakan, acara diikuti sebanyak 31 peserta yang terdiri atas wartawan, pegawai Humas Pemko Ban­jar­baru, dan pegawai Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Banjarbaru.

Pada kesempatan ini sebut Akbari, akan disampaikan hasil kajian bahasa di media massa yang telah dilakukan Tim Balai Bahasa Kalimantan Selatan. “Juga akan dilakukan diskusi tentang bahasa di me­dia massa secara ter­pumpun,” ujarnya.

Kepala Balai Bahasa Kali­mantan Selatan Imam Budi Utomo mengatakan, pihaknya akan menyampaikan hasil kajian pemakaian bahasa di media massa, yang dilanjutkan dengan diskusi kelompok terpumpun. “Pengkajian pemakaian bahasa ini dilakukan baik ter­hadap media massa cetak maupun elektronik,” ujarnya.

Imam Budi Utomo men­jelaskan, dari hasil kajian Tim Balai Bahasa Kalimantan Selatan, memang ditemukan kesalahan dalam pemakaian bahasa di media massa, seperti penyusunan kalimat.

“Poling dominan adalah penggunaan ejaan, pen­yusunan kalimat, kadang-kadang tidak bersubjek, dan ter­lalu bertele-tele,” katanya. Meskipun demikian, Imam Budi Utomo me­nilai, peng­gunaan bahasa di media massa semakin membaik.

Narasumber Musdalipah SS MPd, memaparkan hasil kajian yang dilakukan Tim Balai Bahasa Kalimantan Selatan, terhadap media cetak dan elektronik yang ada di Kali­mantan Selatan. Hasil kajian ini menjadi bahan yang akan didiskusikan bersama, sebagai saran dalam perbaikan penulisan berita. dio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *