Warga Setuju Pembebasan Lahan Jembatan

mb/ist
JEMBATAN – Direnacakan pada bulan Juni 2019 ini akan dilakukan pembebasan lahan untuk pembangunan tiga jembatan, yakni Jembatan Sungai Gardu 1, Jembatan Sungai Gardu 2 dan Jembatan Sungai Lulut.

BANJARMASIN – Rencana melakukan pembangunan Jembatan Sungai Gardu 1, jembatan Sungai Gardu 2 dan Jembatan Sungai Lulut mendapatkan dukungan dari warga setempat.

Bahkan dari 50 persen tanah dan bangunan warga yang terkena dampak pembebasan lahan juga telah menyatakan setuju dengan pembebasan lahan yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Alhamdulilah, hasil nego­siasi kemarin berjalan lancar dan sekitar 95 persen warganya setuju dengan pembebasan lahan untuk perbaikan jembatan ter­sebut,” ungkap Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Banjarmasin Fanani Syaiduddin.

Ia mengatakan meski harga pergantian bangunan maupun lahannya belum ditentukan tim appresial, namun pembebasan lahan akan segera dilakukan mulai Juni 2019 mendatang, agar perbaikan tiga jembatan tersebut bisa segera dilaksanakan.

Tak hanya itu, masih ada sertifikat lahan salah satu warga yang dititipkan di bank sehingga hal itu akan dilakukan pertemuan dengan pihak bank ber­sang­kutan, untuk menemukan solusi yang tepat.

Meski demikian pembebasan lahan akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang telah diten­tukan, mengingat pembebasan lahan tersebut telah banyak me­lewati berbagai proses se­hingga akhirnya bisa dilaksanakan.

Ia pun berharap agar warga yang terkena dampak pem­bebasan lahan bisa bekerjasama ikut mendukung program pem­bangunan kota untuk lebih baik lagi.

Sementara, kendala lain masih menghadang dimana jalan alter­natif sementara jembatan diper­baiki yang juga harus disiapkan. Jalan alternatif yang telah dibuat dari komplek Karya Budi 2 tembus ke Komplek Rahayu masih sempit dan tikungan patah sehingga akan menghambat jalur lalulintas disana.

Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina mengatakan pem­bangunan Jembatan penghubung Banjarmasin menuju Kabupaten Banjar di Sungai Lulut, akan secepatnya diproses.

Ibnu juga mengatakan akan memperbaiki jalan yang tidak sinkron terlebih dahulu, dengan melakukan pembebasan lahan disekitaran jalan agar lebih mudah mengatur pembangunan jembatannya.

“Kita perbaiki jalannya dulu baru kita anggarkan pem­ba­ngunan jembatannya,” katanya. Ia mengatakan pada 2020 dianggarkan dalam pembangunan jembatan tersebut. via

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *