Tiket Mahal, Maskapai Asing Bukan Solusi

Ilustrasi. ©google

JAKARTA – Persoalan tarif tiket pesawat mahal me­masuki babak baru. Pemerintah memang te­lah berupaya mengatasi masalah tersebut de­ngan menurunkan tarif batas atas (TBA).

Tapi, jurus itu masih belum am­puh menurunkan harga tiket pe­sawat. Tak ingin kegagalan da­lam menurunkan harga tiket pe­sa­wat tersebut terus berlanjut, Pre­siden Joko Widodo (Jokowi) me­lemparkan ide, yakni me­ng­un­dang maskapai asing untuk ma­suk ke pasar penerbangan di In­do­nesia dengan tujuan me­nam­bah jumlah pemain agar tercipta per­saingan tarif tiket pesawat ya­ng lebih kompetitif.

Namun, pengamat pe­ner­ba­ng­an Alvin Lie menilai gagasan itu bakal ‘jauh panggang dari api’. Bahkan menurutnya, kalau di­teruskan wacana tersebut bisa men­jadi bumerang suatu saat ini. Ba­­gaimana bisa?

Alvin mengatakan me­ng­un­dang maskapai asing agar tiket pe­sawat turun bukan jurus efe­k­tif. “Kenapa pemerintah setiap ada masalah, solusinya dengan asi­ng? Apa benar nanti maskapai asing hanya bawa modal? Apa be­nar ada maskapai asing yang mau masuk?” ungkap Alvin Se­lasa (11/6).

Alvin mengakui dari sisi in­dustri, sekilas mengundang asing me­mang bisa menambah jumlah pe­main di industri ini dan me­ma­ng diperlukan. Tapi selain pe­nam­bahan, prospek pemain itu ke depan juga harus dijamin.

Jangan sampai, pemain baru su­dah susah payah diundang, tapi pada akhirnya mereka justru gu­lung tikar karena penyelesaian ma­salah yang diambil pemerintah han­ya jalan pintas saja. Di luar ke­langsungan bisnis, ia juga ragu bila keberadaan maskapai asing bi­sa membuat industri pen­du­kung dan penyerapan tenaga kerja di dunia penerbangan bisa tum­buh.

Ambil contoh berkaitan de­ng­an penyerapan tenaga kerja. Me­mang, saat ini ada syarat soal kom­ponen lokal sebesar 51 per­sen di dalam negeri pada tubuh mas­kapai asing. Tapi syarat ter­se­but tidak bisa menjamin 100 per­sen bahwa pilot dan awak ka­bin yang digunakan bakal ‘made in Indonesia’.

Begitu juga dengan per­tum­buhan jasa pemeliharaan dan per­baikan (Maintenace, Repair, and Over­haul/MRO) pesawat di da­lam negeri. Bukan tidak mungkin mas­kapai asing nanti akan lebih me­milih menggunakan jasa MRO pada jaringan bisnisnya.

Perusahaan akan tetap men­ja­lankan usaha mereka demi efi­si­ensi tinggi dan peningkatan laba be­sar. Padahal, tujuan akhir me­ng­undang maskapai asing ke In­donesia adalah selain men­cip­ta­kan persaingan sehat dan harga tiket pesawat yang kompetitif bagi mas­yarakat juga memberikan dam­pak ekonomi bagi dalam ne­geri.

Alvin juga ragu keberadaan mas­kapai asing bisa menurunkan har­ga tiket pesawat. Sebab, bu­kan tidak mungkin maskapai asi­ng yang masuk nanti juga me­ng­atrol tarif tiket yang tak jauh ber­beda dengan yang ditawarkan mas­kapai nasional saat ini.

Sekalipun tarif tiket yang di­ta­warkan lebih murah, seperti PT In­donesia AirAsia, salah satu mas­kapai nasional yang bera­fi­li­asi asing, namun belum tentu bisa me­menuhi ekspektasi harga di se­mua kalangan penumpang. cnn/mb06

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *