Selamat Datang Guru dan Dokter Asing

JAKARTA – Pemerintah tengah gen­car melakukan berbagai upaya un­tuk menarik lebih banyak in­ves­tasi. Salah satunya melalui pe­ng­embangan Kawasan Ekonomi Khu­sus (KEK).

Hingga saat ini, sudah ada 12 KEK yang tersebar di seluruh In­do­nesia. Pemerintah berencana un­tuk menambah KEK dalam bi­dang jasa, mulai dari pendidikan hi­ngga kesehatan.

“Nanti akan ada KEK jasa, se­perti KEK kesehatan, KEK pen­di­dikan dan KEK ekonomi krea­tif,” kata Sekretaris Ke­men­terian Koordinator Bidang Pe­re­ko­nomian, Susiwijono, di Ge­dung Kementerian Koordinator bi­dang Perekonomian, Jakarta.

Dengan adanya dua bidang KEK ini, ini berarti para pengajar dan dokter asing berpeluang ma­suk ke dalam negeri. Sebab, Susi me­ngatakan, Indonesia ber­po­tensi mempunyai sekolah-sekolah ber­taraf internasional dengan para gu­ru asing.

Sedangkan untuk KEK ke­se­hatan, pemerintah berencana mem­bangun rumah sakit dengan kua­litas internasional. “Misalnya KEK pendidikan, do­sen asing bisa mengajar di In­do­nesia. Contoh lainnya ke­se­hat­an, yang biasanya berobat ke luar ne­geri, kita bangun di sini rumah sa­kitnya. Jadi Investasinya di sini,” ujarnya.

Rencana pengembangan KEK tersebut diakuinya perlu per­timbangan dan perhitungan ya­ng detail, termasuk terkait ma­sa­lah perpajakan. Sebab, jika pa­ra tenaga kerja asing bekerja di In­donesia, maka mereka harus mem­bayar pajak.

Namun, Susi meminta agar be­saran pajak yang ditetapkan ti­dak lebih besar daripada negara asal mereka. “Mengenai PPh ora­ng pribadi wajib pajak luar ne­geri, kalau PPh lebih tinggi dari as­alnya orang nanti enggan. Kita ada penyesuaian dengan aturan pa­jaknya apakah dimungkinkan atau tidak,” pungkasnya. kump/mb06

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *