Komisi II Monitoring IKM Pengguna Alsintan

Suwardi Sarlan

BANJARMASIN – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan melakukan kunjungan kerja ke Dinas Perindustrian Kabupaten Tabalong.

Tujuan kunjungan kerja ke dalam daerah tersebut guna memonitoring Industri Kecil Menengah (IKM) pengguna alat sistem pertanian (Alsintan) diantaranya alat perontok padi yang diproduksi oleh kelompok petani setempat.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Suwardi Sarlan mengatakan, kunjungan kerja di daerah daerah kali ini untuk memonitoring IKM yang menggunakan Alsintan seperti perontok padi yang diciptakan oleh masyarakat di Kalua.

Namun sebelumnya, kunker ke dalam daerah ini dilaksanakan dulu di Dinas Perindustrian Kabupaten Tabalong, baru nanti akan ke kalua terutama Dinas Pertanian setempat.

Menurut informasi di Kalua ada pembuatan Alsintan perontok padi yang sangat berguna bagi petani setempat baik waktu pengerjaan danlainnya.

“Karena orang kita kalau diberi alat modern pun sudah memahami teknologi pertanian seperti alat perontok padi yang ada di Kalua tersebut,” ujar Suwardi dihubungi di Banjarmasin, Selasa (11/6).

Biasanya alat perontok pertanian yang ada di masyarakat Kalsel, standar saja, secara ekonomi sangat menguntungkan, biasanya perkelompok, sehingga dapat memotong waktu bagi petani. Mesin juga dipesan tidak terlalu jauh, karena mesin buatan mereka.

Karena binaan Dinas Pertanian setempat biasanya mengambil alatnya tidak jauh, sistem pertanian di Kalua dan Tabalong menggunakan tandah hujan, tugal atau irigasi.

“Kita belum tau persis berapa banyak produksinya menggunakan Alsintan, yang jelas Kalua menjadi lumbung padi disana,” jelasnya.rds

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *