Kerap Ditunggak Maskapai, Berapa Biaya Jasa Bandara?

JAKARTA – Biaya jasa bandara selama ini mencapai 7 persen dari total biaya pengeluaran maskapai penerbangan. Hal ini diungkap oleh Direktur Utama Sriwijaya Air, Joseph Adriaan Saul.

“Sekitar 5-7 persen lah kalau semua, mencakup navigasi, landing-take off, sewa counter, rental office, dan jasa bandara itu sendiri,” ka­tanya Selasa (11/6).

Adapun biaya jasa bandara ini, lanjutnya, harusnya dibayarkan se­tiap bulan kepada pengelola bandara. Baik PT Angkasa Pura I (Per­sero) maupun PT Angkasa Pura II (Persero).

Biasanya, tiap maskapai memiliki jumlah besaran jasa bandara ber­beda. Joseph menjelaskan bahwa biaya jasa bandara sendiri ter­gan­tung dari jumlah penerbangan, total penumpang, hingga luas sewa kantor.

Dia bercerita, Sriwijaya Air sendiri pernah terlambat dalam pem­bayaran jasa bandara ini. Saat itu, pihaknya menunggak sekitar Rp 38 miliar kepada Bandara Soekarno-Hatta yang dikelola oleh PT Ang­kasa Pura II (Persero).

Alhasil, layanan check-in di counter Sriwijaya Air saat itu diputus oleh pengelola bandara. “Kami pernah terlambat bayar waktu itu dan listrik di counter check-in Bandara Soekarno-Hatta diputus. Sek­itar Rp 38 miliar tunggakan waktu itu,” katanya.

Keterlambatan pembayaran jasa bandara ini juga dialami oleh PT Lion Mentari Airlines (Lion Air). Lion Air diketahui meng­a­ju­kan permohonan penundaan pembayaran atas jasa bandara periode Ja­nu­ari hingga Maret ini. Hal itu berkenaan dengan kondisi bisnis pe­nerbangan yang berimbas pada keuangan grup Lion Air.

Untuk menyelesaikannya, Lion Air telah menyepakati pem­ba­yar­an dengan termin alias pembayaran bertahap atas tunggakan biaya ban­dara kepada PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP  I. kump/mb06

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *