Permintaan Bahan Pokok Naik 20 Persen

JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut permintaan bahan pokok atau sembako meningkat sekitar 10 persen hingga 20 persen saat Ramadhan dibandingkan permintaan saat hari biasa.

Atas kenaikan tersebut, Kemendag meminta produsen, khususnya produk makanan dan minuman, untuk menambah produksi.

“Dari normal ada kenaikan 10-20 persen, itu untuk per­min­ta­ann­ya,” kata Sekretaris Jenderal Kemendag Karyanto Suprih di Pusdiklat Perdagangan di Depok, Jawa Barat, Senin (20/5).

Meski kemungkinan ada kendala soal tenaga kerja yang berkurang karena libur atau lainnya, Karyanto mengatakan pihaknya melakukan antisipasi agar stok bisa tetap mencukupi permintaan.

“Diharapkan pelaku usaha tidak ada alasan menaikkan harga sepanjang stok cukup, meski demand (permintaan) me­ni­ng­kat,” katanya.

Karyanto menambahkan pihaknya juga telah menugaskan seluruh pejabat Kemendag untuk menjadi koordinator wilayah pemantauan harga di seluruh Indonesia.

Pihaknya juga bekerja sama dengan Bulog untuk memantau pasokan bahan pokok. Dengan pemantauan tersebut, daerah yang me­ngalami surplus pasokan bisa menyalurkan barang ke daerah yan­g defisit pasokan, sehingga pasokan dapat terjaga ke­ter­se­diaa­nnya.

“Pemerintah menjamin stok tersedia. Tidak usah panik. Menjelang Lebaran pemerintah bahu membahu bersama pengusaha menyediakan stok bahan pokok,” katanya.

Pada bagian lain ditambahkan, menggandeng pelaku usaha untuk menyediakan kebutuhan bahan pokok (bapok) dengan harga terjangkau melalui kegiatan pasar murah bertajuk Bazar Ramadhan, yang akan dilangsungkan di sejumlah wilayah. rep/mb06

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *