Penyetrum Ikan Resahkan Warga Pesisir

BATOLA – Warga pesisir sungai di Desa Sekata Baru, Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala resah, diduga maraknya aktifitas ilegal fissing (penangkapan ikan, menggunakan alat setrum).

Hal ini diutarakan warga lewat media sosial (medsos), warga desa ini meminta pihak Dit Polairud Polda Kalimantan Selatan dan Sat Polair Polres Barito Kuala untuk menindaknya.

Kepada media ini dalam ril­lisnya di medsos disalah satu grup habar banua Kalsel, wanita berparas ayu ini merasa heran, dan sangat heran.

Dalam postingannya, dia me­ngeluarkan un­eg-uneg war­ga Desanya, “Ulun umpat be­­­ta­kun wan buhan piyan, wa­yah ini, sudah di­­bo­leh­ka­n­kah manyatrum iwak,” tuturnya le­wat medsos.

Lanjutnya postingannya, “Atawa sudah diubah undang-undangnya, soalnya di kampung ulun, di Desa Sekata Baru, Ke­ca­matan Tamban, Kabupaten Ba­rito Kuala tiap malam marak ora­ng manyatrum iwak,” ulasnya.

Lanjutnya lagi, hampir tap mal­am banyak orang manyatrum iwak, pina bibas kayanya, “Kami warga Desa Sekata Baru, me­min­ta pihak berwajib untuk berpatroli di kawasan ini.

“Warga Desa meminta, ke­polisian perairan, menindak para pelaku panyetruman ikan ini, jika dibiarkan, habitat ikan akan punah, sayangkan banyak pe­me­rin­tah menabur benih ikan di su­ngai, pas ganal di satrum,” pin­tanya. sam/mb05

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *