Pelni Gelar Mudik Gratis

ist/google
KAPAL LAUT – Masyarakat yang pulang kampung jelang Lebaran juga banyak menggunakan armada kapal laut milik Pelni. Hal ini diperkirakan juga terjadi pada Lebaran tahun ini.

BATULICIN – PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, mengadakan mudik gratis dengan rute Pelabuhan Samudera Batulicin-Tanjung Perak Surabaya yang digagas oleh PT Pelindo III.

Kepala PT. Pelni cabang Batulicin, Porwadi,  mengatakan PT Pelindo III menjalin kerja sama dengan PT. Pelni untuk melaksanakan program mudik lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah secara gratis.

“Pelindo menyiapkan akomodasi biaya untuk pembelian tiket sebanyak 200 orang dan Pelni menyiapkan armada untuk mengangkut calon penumpang tersebut,” kata Porwad, di Batulicin, Rabu (15/5).

Rencana keberangkatan calon penumpang dalam program mudik gratis tersebut akan dilaksanakan pada 29 Mei menggunakan KMP Binaiyah. Pada dasarnya PT Pelni hanya sebagai operator pelaksanaan namun segala kesiapan untuk pembelian tiket penumpang sudah ditanggung oleh pihak Pelindo.

Sasaran program ini adalah masyarakat yang memiliki penghasilan rendah untuk meringankan beban ekonomi mereka.

Diperkirakan, calon pemudik lebaran tahun ini yang menggunakan jalur laut mengalami lonjakan secara signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Lonjakan tersebut diperkirakan karena banyaknya calon pemudik beralih dari transportasi udara ke transportasi laut yang di nilai biayanya lebih terjangkau,” katanya.

Untuk transportasi mudik tahun ini PT Pelni juga menyiapkan dua unit kapal yakni KMP Binaiyah dengan kapasitas 962 penumpang dan KMP Wilis dengan kapasitas 548 penumpang.

Dua kapal tersebut akan melayani rute Pelabuhan Samudra Batulicin-Tanjung Perak Surabaya dengan harga tiket penumpang Rp210.000/orang.

“Rencanaya kapal tersebut dijadwalkan keberangkatanya pada 27 dan 29 mei. Dan PT Pelni saat ini menjual tiket tidak melebihi dengan jumlah kapasitas kapal,” katanya.

Sebenarnya Dirjen Perhubungan Laut sudah memberikan edaran kepada PT Pelni tentang pemberian tambahan kapasitas penumpang, namun PT Pelni belum menerapkan.

“Terkait dispensasi yang diberikan Dirjen, kami akan melakukan koordinasi dengan Kantor Syahbandar setempat kalau memang diijinkan maka kami akan melaksanakannya,” katanya.ant/rdi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *