Kotim Segera Bagikan 7.000 Sertifikat Tanah

SAMPIT, KALTENG – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim), Kalimantan Tengah, akan membagikan 7.000 sertifikat gratis secara bertahap  bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat.

“Ini supaya ada legalitas dan untuk kepastian hukum sehingga ke­pemilikan tanah milik masyarakat menjadi aman. Untuk periode ini ada 7.000 sertifikat yang akan dibagikan bertahap,” kata Bupati Kotawaringin Timur, H Supian Hadi, di Sampit, Selasa.

Pembuatan sertifikat gratis meru­pakan program yang digagas Presiden Joko Widodo yang dilak­sanakan secara nasional, termasuk di Kota­waringin Timur. Semua proses dilakukan secara gratis sehingga masyarakat tidak terbebani.

“Pemerintah ingin agar masya­rakat memiliki legalitas dan pengakuan secara hukum terhadap tanah yang mereka miliki. Hal itu juga untuk mencegah terjadinya tumpang tindih dan sengketa tanah akibat tidak ada bukti sah dan kuat atas kepemilikan tanah,” katanya.

Masyarakat yang menerima sertifikat gratis tersebut diharapkan mengoptimalkan tanah untuk berbagai kegiatan ekonomi seperti pertanian dan perikanan sehingga berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Masyarakat diminta tidak menjual tanah karena merugikan diri sendiri. Tanah justru akan memberikan nilai ekonomi yang jauh lebih besar dan dalam waktu jangka panjang jika dimanfaatkan untuk kegiatan usaha produktif,” ujar Supiah.

Camat Baamang Muhammad Yusransyah menyebutkan, ada 2.582 sertifikat tanah yang akan dibagikan secara bertahap di kecamatannya. Pro­gram ini disambut antusias karena di­rasakan sangat membantu masyarakat.

“Kami sangat bangga dan ber­terima kasih karena program ini sangat bermanfaat. Masyarakat bisa men­dapatkan legalitas atas tanah mereka dan pembuatan sertifikat dilakukan secara gratis,” kata Yusransyah.

Program pembuatan sertifikat secara gratis oleh pemerintah sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat di daerah ini karena memberi kepastian hukum atas kepemilikan tanah.

“Setelah tanah bersertifikat, kami tidak waswas lagi menggarap kebun. Sebelumnya tentu ada piikiran takut tanah tumpang tindih, masuk ka­wasan hutan atau lainnya. Pro­gram ini sangat bermanfaat,” kata Mus­thafa, warga Kecamatan Baamang.

Musthafa memanfaatkan tanah­nya dengan menanam karet, rotan dan buah-buahan seperti durian, lengkeng, jeruk, rambutan dan lainnya. Hasilnya cukup lumayan, khususnya durian yang selama ini sangat diminati.

Program pembuatan sertifikat gratis disambut antusias masyarakat. Program ini juga sangat bermanfaat karena selama ini masyarakat menilai birokrasi pembuatan sertifikat tanah cukup panjang sehingga dengan program ini dirasakan sangat membantu.

Menurut Musthafa, petani umumnya kesulitan mengurus sertifikat karena kurangnya infor­masi dan kendala biaya. Tidak heran jika pembuatan sertifikat tanah gratis tersebut menjadi kabar gembira bagi petani.

Program ini dinilai membantu masyarakat dalam pengamanan hak atas tanah. Prosesnya juga jauh lebih mudah dibanding warga harus mengurus sendiri pem­buatan sertifikat­. an/ani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *