Kembangkan Lima Strategi Layanan Digital

PENGHIMPUNAN zakat yang selama ini dilakukan secara kon­ven­sional mulai bergeser ke arah digital. Kini, pembayaran zakat bi­sa dilakukan melalui layanan jarak jauh dan daring.

Dalam hal ini, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) ikut me­ng­ambil peranan. Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta me­ngatakan, pengumpulan zakat, infak, sedekah (ZIS) melalui la­yanan digital berkembang pesat setidaknya sejak 2016 lalu.

Pada tahun ini, ia mengatakan Baznas menargetkan pe­ng­um­pulan zakat menjadi 10 persen dari pendapatan seluruhnya me­la­lui berbagai program layanan digital. Untuk itu, Baznas mem­bentuk tim khusus Digital Fundraising dengan merekrut te­na­ga-tenaga muda yang kreatif.

“Tim ini di-support Divisi CRM (customer relationship ma­na­gement) dan Divisi IT (teknologi informasi) yang sebelumnya ada,” kata Arifin melalui pesan elektronik.

Arifin melanjutkan, ada beberapa strategi layanan digital yang di­kembangkan Baznas. Pertama, internal platform. Baznas me­ng­embangkan sendiri berbagai layanan digital, seperti donasi via si­tus internet, program Android, dan berbagai program yang di­kembangkan.

Kedua, Eksternal Platform. Baznas bekerja sama dengan be­r­bagai provider penyedia platform toko online dan bisnis digital. Ke­tiga, Social Media Platform.

Dalam hal ini, Baznas me­ng­em­ba­ngkan berbagai inovasi layanan donasi via sosial media seperti Line, iklan WhatsApp, iklan Facebook.

Keempat, Artificial Intelligence Platform, dimana Baznas se­dang mengembangkan intelligent enterprise (IE) untuk mem­per­kuat kampanye dan layanan fundraising bekerjasama dengan ber­ba­gai pihak. Salah satunya, adalah aplikasi bernama ‘Zaki’ yang da­pat diunduh melalui aplikasi Line.

Kelima, Innovation Platform, dimana Baznas melahirkan ber­ba­gai inovasi kampanye dan layanan dengan melahirkan mesin z­a­kat digital dan lainnya.

Berbagai program Zakat Digital Baznas itu, menurutnya, disosialisasikan di antaranya melalui publisitas me­dia, kampanye sosial media, email, dan direct mail.  “Media sa­ngat membatu dalam kampanye kemudahan zakat ini,” ujarnya.

Kehadiran layanan zakat digital ini direspon dengan baik me­lalui animo masyarakat yang tinggi. Hanya saja, Arifin meng­atakan ada hambatan yang salah satunya muncul dari perubahan cepat teknologi itu sendiri serta perilaku masyarakat. Kendati demikian, ia mengakui bahwa berbagai perubahan yang sangat ce­pat itu tentunya membutuhkan kelincahan dalam berinovasi dan kreativitas dari amil Baznas. rep/mb06

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *