Bawaslu Hentikan Laporan Nasrullah

Syaifullah Tamliha

BANJARMASIN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalsel menghentikan laporan Nasrullah AR terhadap calon DPR RI Syaifullah Tamliha dari PPP, terkait dugaan politik uang di Kabupaten Banjar dan HST.

Penghentikan proses laporan dilakukan pada pembahasan kedua oleh jajaran Bawaslu Kalsel. Komisioner Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kalsel, Azhar Ridhani mengatakan penyampaian pandangan dan pendapat di pembahasan kedua mendapatkan kesimpulan terkait perkara yang sudah dilaporkan  tersebut dihentikan.Hal ini mengingat tidak men­cukupinya dua alat bukti yang mengarah kepada subjek pelanggar.

“ Alat bukti tidak cukup, Jadi ada keterputusan alat bukti yang mengarah ke pelanggaran,” ujar Azhar, di Banjarmasin, Rabu (15/5) .

Sehingga tidak bisa ditingkatkan pada proses penyidikan dalam pengkajian 14 hari kerja. Apalagi saksi-saksi yang dihadirkan tidak dapat menjadi petunjuk ke subjek. 

“Jadi ada terputus. Se­hingga dengan waktu ya­ng ada tidak bisa me­lakukan satu penelusuran alat bukti yang lainnya un­tuk mengarah pada subjek pe­langgar,” jelasnya.

Ia menambahkan, kasus yang dilaporkan ini diakui memiliki banyak saksi, tetapi proses pembuktian seperti yang memberi tidak diketahui. ini lantaran, pelapor dalam mendata saksi tidak mengarahkan untuk membuktikan subjek pelanggar.

“Saksi tidak berani mengatakan bahwa itu uang dari Syafullah Tamliha, sementara dalam laporan itu dikatakan uang tersebut milik Syaifulah Tamliha, inikan aneh kalau saksi tidak berani mengatakan milik siapa,” tandasnya.

Saat dikonfirmasi, Nasrullah AR terkait peng­hentian kasus tersebut me­ngakui hal itu haknya Ba­­waslu Kalsel.“Kita bisa saja menempuh jalur lain, me­­masukkan perkara ini ke Pol­­da Kalsel, baik pidana umum atau tindak pidana ko­­rupsi.

Untuk pidana umum, kepolisian bisa melakukan pengusutan,” ujarnya. Namun untuk melanjutkan kasus tersebut, Nasrullah mengaku pikir-pikir dulu. “Ya kita akan pikiran dulu untuk melakukan langkah selanjutnya,”jelas Nasrullah.

Ditanya, apakah ia dan Syaifullah Tamliha telah me­lakukan mediasi hingga pa­da ujungnya Bawaslu Kal­sel menghentikan laporan ter­sebut, secara tegas Nas­rullah mengaku tak pernah ‘bernegosisi’ dengan Syaif­ullah Tamliha.“Memang ada arahan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP untuk mediasi. Tapi hal itu ti­dak dari kita sendiri,” ujar mantan anggota DPRD Kalsel ini .rds

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *