DPRD Optimis Kalsel Jadi Ibu Kota Negara

Burhanuddin

BANJARMASIN– DPRD Provinsi Kalsel optimis Provinsi Kalimantan Selatan menjadi Ibu Kota Negara Republik Indonesia.

Rasa optimisme dan dukungan tersebut disampaikan wakil rakyat di DPRD Kalsel yang menegaskan bahwa mereka siap mengawal karena akan menguntungkan posisi banua di bidang peningkatan perekonomian daerah dan masyarakat, serta percepatan pembangunan infrastruktur, meskipun finalnya daerah yang dipilih, bukan kota di kalsel.

Ketua DPRD Kalsel, H. Burhanuddin mengatakan, sangat optimis Kalsel terpilih sebagai ibu kota negara yang baru, menggantikan DKI Jakarta.

“Kami sangat optimis sekali provinsi Kalsel sebagai Ibu Kota Negara yang baru,” tegas Burhanuddin, di Banjarmasin, Selasa (14/5).

Salah satu Kalsel kalau dibuka peta berada di tengah-tengah, secara infrastruktur pelabuhan dekat dengan laut ada, kerawanan tanah Kalsel tidak diragukan kalau dilaksanakan pembangunannya bukan saj di tanah tinggi dan datar.

Terkait bencana asap antisipasi pemerintah sudah siap dibandingkan daerah-daerah lainnya. Burhanuddin berpendapat, Kalsel sangat strategis, sedagkan kepadatan di Jakarta sangat luar biasa sekali.

“Kami pernah bicara dengan gubernur yang juga pernah bicara dengan presiden untuk diminta menjadi Ibu Kota Negara pada acara pesta laut di Kabupaten Tanah Bumbu dan gubernur waktu itu menyatakan siap,” ujarnya.

Kesiapan lahan untuk Kalsel tentu saja mendapat dukungan dari DPRD Kalsel. Kalsel merupakan wilayah bebas gempa, tentu saja pilihan wacana perpindahan Ibu Kota Negara sangat tepat sekali.

“Ini sesuatu kebanggaan warga kalsel dimana Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor sampaikan sambutan pada tingkat nasional bahwa kalsel siap menjadi Ibu Kota Negara,” jelasnya.

Dukungan juga datang dari anggota DPRD Kalsel, Suripno Sumas menyatakan dukungannya atas wacana tersebut.Mereka akan mengawal realisasi tersebut, bahkan mengusulkan paguyuban legislator se Kalimantan sebagai media untuk mendorong pemerintah pusat segera menindaklanjuti pemindahan ibukota ini.

Belakangan wacana pemindahan ibu kota negara ke kalimantan kembali bergulir tiga kota di kalimantan masuk nominasi sebagai lokasi jakarta baru,bahkan Presiden Joko Widodo sudah melakukan kunjungan di dua tempat berbeda yakni Kalteng dan Kaltim.

Pertimbangan kalimantan dipilih sebagai pusat pemerintahan karena dinilai terbebas dari segala bencana alam, khususnya gunung meletus, gempa, tsunami dan banjir, satu-satunya ancaman bencana nasional kebakaran lahan hutan dan hanya kabut asap.rds

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *