loader image

Harumkan Nama HSU, Wayan Ratni Di Ganjar Penghargaan

mb/yusuf
SERAHKAN TROPY – Wabup HSU H Husairi Abdi Lc serahkan tropi kepada Wayan Ratni di halaman Pemkab HSU.

AMUNTAI – Pemerintah Ka­bu­paten Hulu Sungai Utara (HSU), memberikan apresiasi terhadap Pustakawan HSU Wayan Ratni yang telah mengharumkan nama kabupaten HSU dalam lomba Pustakawan tingkat Provinsi Kalsel di Banjarmasin.

Apresiasi tersebut ditandai dengan penyerahan trofi secara simbolis oleh Wakil Bupati HSU H Husairi Abdi kepada Pustakawan Wayan Ratni, disela-sela apel pagi di halaman kantor Pemkab HSU.

Keberhasilan Pustakawan HSU Wayan Ratni tak terlepas dari hasil yang diikutinya dalam lomba Pustakawan berprestasi yang sebelumnya digelar pada tanggal 2 Mei 2019 kemarin di Banjarmasin.

Hasilnya dalam lomba yang diikuti oleh puluhan Pustakawan terbaik dari berbagai wilayah di Kalsel tersebut, menempatkan Pustakawan Dispersip HSU ini sebagai terbaik pertama tahun 2019.

Hal ini tentunya secara otomatis membuat Pustakawan HSU akan mewakili Kalsel di tingkat nasional pada lomba serupa yang di­se­le­nggarakan oleh Perpustakaan Nasional dibulan September tahun 2019 mendatang.

Kadispersip HSU Hj Lai­la­tannor Raudhah mengaku senang dan bangga atas capaian yang diraih pustakawan HSU, Ini merupakan kado bagi kabupaten HSU yang tepat pada 1 Mei 2019 kemarin, berusia 67 tahun.

“Harapannya duta banua ini dapat mengharumkan nama daerah dan provinsi di ajang nasional mendatang,” Imbuhnya.

Wayan Ratni mengaku, kha­watir mengikuti lomba Pus­ta­ka­wan ditingkatkan nasional, namun dirinya akan berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik untuk itu.

“ Kemungkinan yang menjadi perbedaan antara lomba di provinsi dan nasional terletak pada pe­nya­jian­nya, kalau disini kemarin kita masih bisa dibantu, kalau ditingkat nasional kemungkinan besar kita langsung membuat makalah ditambah dengan langsung menyediakan bahan tayang secara sendiri,” katanya.

Untuk menghadapi lomba tingkat nasional, Wayan kembali memperdalam dan memperbanyak referensi dari pustakawan-pustakawan yang lain, ditambah dengan membaca kembali Undang-undang yang berkaitan dengan hal tersebut.suf/mb03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *