Terdakwa Penyiraman Air Keras Minta Bebas

mb/risma
PEMBELAAN – Sidang kasus penyiraman air keras, dengan agenda pembelaan.

BANJARMASIN – Tiga terdakwa kasus dugaan penyiraman air keras yang dianggap Jaksa Penuntut Umum (JPU) bersalah hingga dituntut masing-masing satu tahun enam dan sepuluh bulan merasa keberatan akan tuntutan jaksa itu.

Oleh karena itu ketiga ter­dakwa yakni Wahdianor, Rah­ma­di dan Karta Kusuma meminta kalau dirinya dibebaskan dari segala tuntutan dan dakwaan JPU.

Pada sidang lanjutan yang digelar, Kamis (2/5) kemarin, melalui penasehat hukum dari kantor advokad Sugeng Aribowo SH,  ketiga terdakwa me­ngu­ta­ra­kan kalau mereka bukan pelaku penyiraman air keras.

Kemudian mereka dituding turut membantu pelaku untuk melakukan penyiraman air keras sebagaimana pada pasal 355 KUHP jo 55,56.

“Ketiga terdakwa tidak ada hubungannya dengan kasus pe­nyi­raman air keras, dan ini di­kuatkan dengan keterangan saksi-sa­ksi yang dihadirkan selama dipersidangan tidak ada satupun yang mengenali atau melihat ketiga terdakwa, jadi kami minta agar majelis hakim membebaskan ketiga terdakwa,”ucap Sugeng.

Sebelumnya ketiga terdakwa oleh JPU Rudi, dianggap terbukti bersalah hingga masing-masing dituntut satu tahun dan eam bulan untuk terdakwa Wahdianor.

Sedangkan untuk terdakwa Rahmadi dan Karta Kusuma masing-masing dituntut 10 bulan. Dalam proses sidang kasus penyiraman air keras ini, saksi korban Asep Syarifuddin mantan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Kalsel tidak mau hadir atau datang padahal JPU sudah melayangkan empat kali surat panggilan.

Padahal kehadiran Asep Syarifuddin yang kini Kepala Kanwil Kemenkumham Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membongkar siapa dalang kasus penyiraman air keras yang menghebohkan publik Kalsel itu terjadi di parkir Café Capung, Jalan S Parman, Banjarmasin pa­da Selasa (20/11/18)  malam.

Sementara tiga terdakwa yang duduk di kursi pesakitan, yakni oknum polisi Rahmadi Kusuma bersama dua rekannya Wahyudin Noor dan Karta Kusuma, hanya didakwa turut terlibat dalam aksi kejahatan itu.

Diketahui Asep Syarifuddin, korban penyiraman air keras di Capung Jalan S Parman Ban­jar­masin. Penyiraman dilakukan oleh orang tidak dikenal dengan motif diduga karena mutasi sejumlah narapidana khususnya narkoba.

Sayang pada kasus ini pelaku utama masih dalam pencarian. Seorang diduga menjadi pesuruh dari penyandang dana sekaligus eksekutor penyerangan air keras ini. Penyandang dana diduga kuat adalah seorang bekas ban­dar narkotika jenis sabu asal Kal­tim.­ris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *