Permainan Tradisional Meriahkan Harjad

mb/ist
BAKIAK – Permaian tradisional Bakiak turut dilombakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-20 Kota Banjarbaru.

BANJARBARU – Berbagai permainan tradisional digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-20 Kota Banjarbaru. Permainan yang dilaksa­nakan di Lapangan Dr Murjani, Minggu (28/4), yakni Balogo, Baasin, Tarik Tambang, dan Bakiak.

Acara diawali senam jantung sehat yang diikuti masyarakat Kota Banjarbaru. Turut hadir Ketua Formi Banjarbaru Johan Ariffin sekaligus sebagai Kepala Dinas Kominfo Kota Banjarbaru, kepala SKPD terkait, peserta lomba dari seluruh jajaran TNI, Polri, siswa sekolah dasar, siswa SMP/sederajat, siswa SMA/sederajat se-Kota Banjarbaru, serta masyarakat umum.

Ketua Panita Slamet Riyadi melaporkan, panitia pelaksana adalah dari pejabat dan staf Disporabudpar Kota Banjarbaru, panitia hari jadi seksi pertan­dingan dan lomba adalah dari pejabat dan staf Diskominfo Kota Banjarbaru dan pengurus FORMI Kota Banjarbaru, pe­serta lomba yang berpartisipasi mengikuti Lomba Balogo seban­yak 92 tim berasal dari kabupaten/kota se-Kalsel dan yang berhak menjadi juara 1 adalah dari Klub Sungai Besar Kabupaten Banjar, juara 2 diraih Klub HSS 11, dan juara 3 diraih Klub HSS 7 dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Lomba Baasin antar SD/sederajat se-Kota Banjarbaru sebanyak 46 peserta, Lomba Bakiak kategori umum/SMP/SMA/sederajat se-Kota Banjarbaru adalah sebanyak 12 peserta, Lomba Tarik Tam­bang antar instansi TNI, Polri, dan sipil se-Kota Banjarbaru sebanyak 12 peserta. Untuk Peserta yang berhasil meme­nangkan perlombaan, berhak mendapatkan trophi dan uang pembinaan.

Slamet Riyadi menjelaskan, maksud dari terselenggaranya kegiatan ini untuk memeriahkan rangkaian Hari Jadi Kota Banjar­baru, serta melestarikan olahraga tradisional agar bisa berkembang di masyarakat.

Ketua Formi Banjarbaru Johan Ariffin yang pada kesem­patan itu membuka lomba dalam sambutannya, mengucapkan terimakasih serta apresiasi yang tinggi kepada pihak panitia, Formi, serta seluruh pihak yang telah men­dukung terse­leng­garanya kegiatan ini.

Seiring perkembangan zaman yang semakin modern, semakin banyak pula permainan yang sangat canggih dan didukung dengan teknologi tinggi, dan  biasanya permainan-permainan ini ditujukan bagi anak-anak, maka tidak heran jika anak-anak sekarang tidak mengenal beragam permainan tradisional yang ada di negara kita yang kaya akan seni dan budayanya.

“Tugas kita bersama untuk mengalkan olahraga rekreasi dan olahraga tradisional seperti ini sejak dini kepada anak-anak,” ujarnya.

Menurutnya, olahraga rek­reasi merupakan aktivitas olah­raga yang dilakukan untuk penyegaran kembali jasmani dan rohani seseorang, yang dilaku­kan pada waktu senggang dan bertujuan sebagai rekreasi.

Olahraga rekreasi dapat disesuaikan dengan kegemaran dan kemampuan yang tumbuh dan berkembang, sesuai dengan kondisi nilai budaya masyarakat setempat.

“Olahraga rekreasi untuk mengispirasi pertumbuhan piki­ran, tubuh, dan jiwa melalui kebugaran, masyarakat, dan fairplay. Olahraga rekreasi juga dapat dilakukan di indoor maupun outdoor,” kata Johan Ariffin.

Mantan Kabag Humas dan Protokol Setdako Banjarbaru ini mengharapkan, dengan kegiatan ini dapat kian melestarikan, serta memperkenalkan kembali kepada anak-anak kalau permainan tradisional juga sangat menarik dibandingkan permainan modern.dio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *