Harus Ada Ketegasan Harga Elpiji

Ilustrasi.

BANJARMASIN – DPRD Kota Banjarmasin minta ke pemerintah kota harus ada ketegasan, dalam mengatur dan penertiban masalah harga gas elpiji 3 kilogram, sekarang ini harganya semakin menggila dipasaran.

Untuk tabung gas 3 kg, pedagang eceran menjual sebelumnya dipatok Rp 18.00 atau Rp 20.000 per tabung, sekarang sudah mencapai level harga Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per tabung.

“Oleh sebab itu pemerintah kota harus ada ketegasan untuk menertibkan keberadaan gas itu, agar masyarakat tidak sulit dan susah, dengan harga yang dipatok terlalu tinggi itu,” ungkap anggota DPRD Kota Banjarmasin Elly Rahmah saat melakukan reses terakhir, di Kelurahan Kuripan Kecamatan Banjarmasin Timur tersebut.

Anggota DPRD Daerah Pemilihan Banjarmasin Timur ini mengatakan, menyikapi kelangkaan gas elpiji 3 Kg untuk kebutuhan rumah tangga itu, sebagaimana yang disampaikan warga sat reses itu, pemerintah kota bersama pihak kepolisian, harus turun kelapangan dalam menyikapi kondisi harga gas tersebut.

Menurutnya, permasalahan ini tidak bisa dibiarkan, bahwa harga itu gas ditingkat pengecer, seperti kios, kedai-kedai yang mendapat pasokan gas dari pangkalan, harganya sangat mahal mulai Rp 24 ribu sampai Rp 40 ribu per tabung.

“Saya minta pemerintah kota melalui dinas terkait bersama kepolisian, dapat turun kelapangan untuk memantau harga dieceran itu, hal ini sudah memberatkan masyarakat, dengan mematuk sangat tinggi,”katanya.

Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, memang harga gas itu menjadi persoalan yang tidak kunjung terjawab hingga detik ini, padahal pemerintah sudah ada ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET), namun nyatanya tidak menjawab keluhan masyarakat sekarang ini.

Sebenarnya, harga gas saat sebesar Rp 25 ribu hingga Rp 40 ribu pertabung itu, dinilai wakil rakyat ini tidak wajar, ketika warga membeli di eceran dan ini sudah mengambil keuntungan dari penderitaan warga.

“Untuk menekan harga gas elpiji 3 Kg itu, pemerintah kota harus melakukan pengawasan dan monitoring, minimal dari instansi terkait, sehingga masyarakat tidak kebingungan harga itu,”ujarnya.

Ditegaskannya, kenaikan harga gas elpiji khususnya tabung yang 3 kilogram, sekarang ini sudah merokek, dari Harga Eceran Tertinggi (HET), tentunya beban masyarakat kecil sepetinya bertambah.

Artinya kenaikan harga gas itu diluar, dari keputusan resmi, hal ini dapat dikatakan kenaikan illegal, karena harga gas elpiji baik berukuran 3 kilogram maupun 12 kilogram, sudah ada harga yang dipatokan oleh pemerintah.

“Hal ini dapat dipastikan adanya permainan pasar dan para egen dan Pertamina harus melakukan pengawasan dan penindakan, Karena kenaikan ini beban masyarakat kita bertambah,”tegas.edo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *