loader image

Kepala Bagian Humas Se Kalsel Hadiri Workshop Pemberitaan Positif

mb/humas
KEHUMASAN – Pelaksanaan Workshop yang dihadiri bagian kehumasan Kabupaten Kota se Prov.Kalsel.

RANTAU,- Sekretariat Daerah yang diwakili oleh Kabag Humas Syafrudin hadiri Workshop menggali bentuk pemberitaan positif dalam rangka penyusunan rencana aksi perlindungan konsumen pembiayaan perumahan yang dilaksanakan oleh kementrian PUPR RI tingkat Regional Kalimantan, Jumat  bertempat di Hotel Delima.

Mengangkat tema “Me­ng­gali Bentuk Pemberitaan Positif dalam rangka penyusunan rencana aksi pelindungan konsumen pembiayaan perumahan” workshop dibuka secara langsung oleh sekda provinsi kalsel H Abdul Haris Makkie dengan menghadirkan narasumber Priyambodo den­gan tema Strategi pem­be­ritaan positif media massa dan Dr Dyah Rachmawati su­gi­yanto dengan tema strategi humas pemerintah menciptakan pemberitaan positif.

Kabag Hukum dan komunikasi publik kementrian PUPR Dedi Slamet Bu­di­su­set­yo mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya workshop ini tidak lain adalah untuk penyusunan rencana aksi perlindungan konsumen dibidang pembiayaan pe­ru­ma­han dan juga memerlukan peran media sebagai partner untuk menyebarluaskan informasin kepada ma­sya­rakt. “Hal ini tidak lain untuk mensejahterakan masyarakat terlebih masyarakat ber­pe­ng­hasilan rendah,” ucapnya.

Sementara itu Sekda Provinsi kalsel H Abdul Haris makkie mengatakan, bahwa rekan media pada saat ini memiliki peran yang sangat penting untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat baik itu pem­ba­ngunan pemerintah daerah hingga pusat dan juga informasi pristiwa. Karena dengan memiliki informasi merupakan jendela dunia.

“Media memiliki peran yang sangat penting yaitu dapat dipahami berbagai pihak sehingga tidak menimbulkan kebingungan,” tegasnya.

Ditambahkannya juga bahwa pemerintah juga perlu memahami rekan media yang berpacu dengan waktu dan deadline sehingga memerlukan sumber informasi harus cepat, sehingga apabila ada rekan media meminta konfirmasi hendaknya dapat segera memberikan informasi yang diperlukan, kecuali informasi yang bersifat rahasia.”Media juga wajib memahami in­for­masi yang bersifat rahasia dan tidak dapat diinformasikan ke publik,” harapnya.Humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *