Gubernur Serahkan SK CPNS Baru

Berfoto Bersama – Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor bersama Sekdaprov Kalsel, H Abdul Haris dan Kepala BKD Provinsi Kalsel, Drs Perkasa Alam berfoto bersama CPNS di lingkungan Pemprov Kalsel yang secara simbolis baru menerima surat keputusan (SK) pengangkatan.

BANJARBARU – Gubernur Ka­limantan Selatan, H Sahbirin Noor menyerahkan secara sim­bo­lis surat keputusan (SK) pe­ng­angkatan calon pegawai negeri si­pil (CPNS) baru di lingkungan Pem­prov Kalsel, di Gedung Id­ham Chalid Banjarbaru, Rabu (24/4).

Pada penyerahan SK CPNS itu, Paman Birin didampingi Sek­daprov Kalsel, H Abdul Ha­ris, Kepala Kantor Regional VIII BKN Banjarmasin, Ramdani dan Ke­pala Badan Kepegawaian Dae­r­ah (BKD) Kalsel, Drs Per­ka­sa Alam.

Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor berharap kepada para CPNS agar mampu menjalankan tu­gas sebagai abdi masyarakat, hal tersebut menurutnya penting un­tuk mewujudkan birokrasi pe­me­rintahan yang berorientasi pada pelayanan publik.

“Saya kira SK bukan ja­min­an untuk menjadi PNS, CPNS ada­lah sebuah proses untuk me­ng­uji sikap, perilaku dan ke­di­sip­linan sebagai abdi negara,” ucapnya.

Paman Birin meminta ke­pa­da para CPNS agar bisa me­ni­ng­katkan kualitas pen­ye­le­ng­ga­ra­an pemerintahan dengan men­tal siap bergerak, tidak bermalas-ma­lasan dan berfikir inofatif di ling­kungan kerja masing-ma­sing.

“Jadilah orang yang me­ma­hami etika dan memiliki sifat re­vo­lusi mental untuk membangun Ka­limantan Selatan yang mandiri dan terdepan,” katanya.

Paman Birin juga me­ng­u­cap­kan selamat dan sukses ke­pa­da para CPNS yang telah men­da­patkan SK. “Anda adalah sebagian kecil dari banyak orang yang be­run­tung, anda sebagian dari banyak ora­ng yang sukses dan anda se­ba­gian kecil dari banyak orang ya­ng bisa membahagiakan orang tua, karena itu jangan sia-siakan ke­sempatan ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala BKD Pro­vinsi Kalsel, Perkasa Alam me­­laporkan, dari 328 formasi ya­­ng disiapkan terdiri dari 212 ora­ng tenaga guru, 50 orang te­naga kesehatan dan 66 orang ten­aga PNS lainnya, hanya 300 for­masi saja yang bisa ter­pe­n­u­hi yakni 202 orang tenaga guru, 33 tenaga kesehatan dan 65 te­naga teknis lainnya.

“Dari 328 formasi yang di­si­apkan untuk tes CPNS di per­tengahan bulan September hi­ng­ga April 2019 lalu, tercatat s­e­ban­yak 7.916 pelamar yang me­ng­ikuti tes dan tercatat 300 orang ber­hasil lulus dalam Seleksi Ke­mam­puan Dasar (SKD) dan Se­lek­si Kompetensi Bidang (SKB),” katanya.

Ia menjelaskan, kosongnya be­be­rapa formasi disebabkan oleh formasi yang tidak me­mi­li­ki pelamar serta peserta yang di­ka­takan gugur karena tidak ber­ha­dir saat tes.

“Formasi yang kosong di­ka­renakan tidak memiliki pel­a­mar dan peserta yang gugur ka­rena tidak mengikuti tes seperti for­masi dokter spesialis tidak me­miliki pelamar, kita sudah me­minta ke pusat agar diganti men­jadi dokter umum saja nanti akan disekolahkan lagi, namun itu tidak disetujui,” jelasnya. cin/ani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *