Generasi Milenial Jangan Mudah Terprovokasi

mb/ist
SEMINAR – Puluhan pelajar mengikuti seminar bertemakan “Peran Pemuda di Era Milenial Dalam Memperkokoh NKRI” yang digelar Kesbangpol Kota Banjarmasin.

BANJARMASIN – Pesatnya dunia internet saat ini membuat siapa saja dengan mudah men­dapatkan sesuatu dari bisnis belanja telekominasi yang bisa dilakukan dengan online dalam hitungan detik.

Begitu juga informasi dari berbagai belahan dunia menja­dikan internet ini sangat digan­drungi para generasi millenial. Berkaca dari itu semua, tentunya ada juga dampak negatif­nya. Seperti informasi yang sangat mudah didapat hingga kita pun sulit untuk menen­tukan mana yang benar dan salah.

Berlatar belakang itu semua, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Banjar­masin melaksanakan kegiatan seminar wawasan kebangsaan bersama para pendidik (guru) dan pelajar tingkat SMA sekota Banjarmasin.

Ada sekitar 60 perwakilan dari sekolah di Banjarmasin yang mengikuti seminar bertemakan “Peran Pemuda di Era Milenial Dalam Memperkokoh NKRI”.

Dalam seminar bertemakan “Peran Pemuda di Era Milenial Dalam Memperkokoh NKRI” itu puluhan peserta baik dari pelajar maupun pembina OSIS dari perwakilan sekolah yang diberi­kan pemahaman dan pentingnya proteksi diri dari nerbagai isu – isu yang menyebar dan mem­provokasi siapa saja terutama generasi muda.

Salah satu pemateri dari Akademisi Universitas Lambung Mangkurat, Acep Supriadi meng­ungkapkan, cepatnya perge­rakan teknologi baik dari segi eko­nomi, sosial dan budaya me­mang sangat berpengaruh ter­hadap karakteristik di masyarakat.

Dia menjelaskan seperti yang disebutkan yakni zaman Z atau istilah kerennya lagi zaman unicorn dimana kini masyarakat lebih memandang cepatnya berbasis IT.

Menurutnya, pola-pola itu bisa memberikan kemudahan dalam berinteraksi dan be­r­transaksi. “Apalagi kini bisa digubakan lewat HP android, apa saja sangat mudah didapatkan. Dapat disebut seperti meng­genggam dunia,” katanya.

Akan tetapi, yang perlu diingat lanjut Acep, ada hal negatif yang juga turut muncul. Seperti membuat hubungan sosial masyarakat menjadi minim.

“Jadi alangkah baiknya, hal-hal semacam ini harus diimbang. Kita tidak mungkin menolaknya. Tapi paling tidak kita bisa memberikan keseimbanagan di dalamnya,” kata Acep.

Kepala Kesbangpol Banjar­masin, Kasman, saat ini pengaruh luar yang tak jarang membawa dampak negatif dan mengancam keutuhan bangsa sudah hampir tak terbendung.

“Mereka (gemerasi muda) cukup labil, dan mudah ter­pengaruh. Kegiatan ini untuk memperkokoh tentang ilmu kene­garaan bagi mereka,” ujar Kasman.

Selain itu, materi-materi tentang Pancasila dan ilmu kenegaraan sudah cukup jarang dijumpai, khususnya bagi para pelajar seiring sudah ditia­dakan­nya pelajaran Pedoman Peng­hayatan dan Pengamalan Pan­casila (P4) di sekolah.

“Keberadaan negara ini berkat perjuangan orang terda­hulu. Lalu itu dipupuk kembali. Agar jangan sampai lupa. Jika memperjuangkan negara ini bukan hal gampang,” imbuhnya

Menurut Kasman lagi, Peru­bahan zaman juga dapat mem­pengaruhi generasi milenial ini dalam kebiasaan beperilaku dan pola pikirnya.

Meski demikian, sebagai harapan bangsa, para generasi milennial juga harus memahami akar pokok berdirinya negara, indikator bagaimana negara menjadi kuat.

“Hal itu yang harus dipahami generasi milennial, untuk.­menumbuh­kan.kecintaan kepada bangsanya sendiri,” ucapnya di sela kegiatan.

Ia menambahkan, memang sudah sepatutnya pola pembinaan wawasan kebangsaan terus di­berikan sebagai filter sekaligus menjadi rambu-rambu agar penga­ruh pesatnya perkem­bangan era globalisasi sekarang ini bisa terus berimbang dengan rasa memiliki dan mencintai bangsa dan negara.

“Walaupun kita orang yang modern tapi tetap harus menjaga nilai-nilai berbangsa dan berne­gara. Tetap harus menjadi warganegara yang baik. Mema­hami wawasan kebangsaan, sehingga menjadi modal untuk mempertahankan NKRI,” demi­kian Kasman. via

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *