Polda Dipraperadilkan Tersangka Narkoba

mb/risma
ISTRI TERSANGKA – Kuasa Hukum Sugeng Aribowo SH MH, bersama istri M Saleh, tersangka kasus narkoba usai mengajukan permohonan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Banjarmasin.

BANJARMASIN – Kepolisian Daerah Ka­limantan Selatan digugat praperadilan oleh M Saleh tersangka kasus narkoba.

Sidang gugatan yang diajukan pemohon sudah mulai berjalan di Pengadilan Negeri Banjarmasin dengan hakim tunggal Khairul Saleh.

Pemohon dikuasakan dari Kan­tor Advokat Sugeng Aribowo SH, sedangkan termohon dihadiri oleh Subroto SH. Pada sidang perdana dengan agenda penyampaian permohonan dari pihak pemohon mengatakan kalau gugatan praperadilan yang ia lakukan karena penetapan ter­sa­ngka tidak sah sebab tidak me­menuhi syarat.

“Error in personal, karena penetapan tersangka oleh pe­nyi­dik terhadap klien kami tidak me­menuhi syarat,”ucap Sugeng.

Alasannya, penetapan ter­sa­ngka dinilai tidak sah. Di­se­but­kannya, kronologis penangkapan yang terjadi di rumah kontrakan pemohon Jalan Rantauan Timur I No 33 Rt 6 Rw 1 Kelurahan Pekauman Banjarmasin Selatan pada Kamis 4 April 2019 lalu.

Saat penggeledahan yang dilakukan petugas Ditresnarkoba Polda Kalsel di kamar pemohon yang saat itu ditempati ke­po­na­kannya bernama Hendra, petugas menemukan narkoba jenis sabu. 

Sabu ditemukan di dalam jaket yang berada di dalam kamar tersebut. “Nah dari sinilah kasus ini dimulai. Pasalnya pada hari itu juga petugas menetapkan klien kita sebagai tersangka,” ujar Sugeng usai sidang.

Padahal menurut pemohon, dia tidak tahu sama sekali soal sabu tersebut, dan jaket yang berada di kamar rumah kon­tra­kannya yang saat itu ditempati Hendra bukan miliknya.

Tapi anehnya polisi tetap menetapkan pemohon sebagai pem­ilik rumah kontrakan sebagai tersangka, malah menyita dua buah sepeda motor milik pe­mohon.

“Dan anehnya lagi hari itu pemohon diamankan langsung ditetapkan sebagai tersangka tanpa melalui proses pemeriksaan, seperti tes urine,” jelas Sugeng.

Lanjut Sugeng, atas dasar itulah pihaknya meminta majelis hakim untuk membebaskan pe­mo­hon, karena dianggap error in personal.

Terpisah, DR Subroto SH MH kuasa hukum termohon me­nanggapi permohonan pr­a­pe­radilan pemohon mengatakan akan mempelajari surat perm­o­ho­nan gugatan praperadilan tersebut.  “Kita baru terima per­mo­honan praperadilan dan akan kita pe­lajari dulu,” ujar Subroto.ris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *