Dihujat Netizen, Via Vallen Curhat di Media Sosial

©okz
Via Vallen

Pedangdut Via Vallen kembali mencurahkan isi perasaannya melalui media sosial. Hal tersebut berkaitan dengan dirinya yang sering kali melakukan cover lagu milik orang lain, hingga mend­a­pat­kan kritik serta hujatan.

Menurut Via, mengcover lagu milik orang lain me­ru­pa­kan hal yang sah-sah saja, ter­lebih bukan hanya dirinya yang melakukan hal tersebut. Apalagi dirinya mengaku sempat dikritik lantaran membawakan lagu baru milik orang lain dan dianggap tak mampu untuk menciptakan lagu sendiri.

“Nyanyiin lagu orang dihujat, dibilang RATU COVER (padahal cover itu sah sah aja, dan yang suka cover di Indonesia ga cuma aku, tapi banyaaaakk),” tulis Via mengawali keluhannya.

“Nyanyiin lagu baru yg diciptain orang lain, dibilang bukan lagunya sendiri (padahal penyanyi ya tugasnya nyanyi bukan bikin lagu, meskipun ada beberapa yang bisa bikin lagu sendiri juga, termasuk saya dengan lagu JERIT ATI­KU tahun lalu),” tam­bah­nya.

Tak hanya sampai di situ, pelantun Sayang tersebut juga sempat gerah lantaran lagunya dianggap merupakan hasil karya plagiat. Bahkan ia bingung, apakah memang dirinya yang salah, atau kebencian orang-orang terhadapnya membuat hal sepele menjadi besar.

“Sekarang release lagu sendiri, diproduserin sendiri pun dihujat pula. Yang katanya plagiat ini lah, enakan ini lah itu lah (jadi bingung ini sing salah aku apa pikiran mereka yang hatinya udah kotor karena penuh dengan kebencian ya???)” paparnya.

Secara gamblang Via Vallen mengungkap bahwa sebagai seorang public figure, terlebih seorang penyanyi, dirinya tak bisa memungkiri bahwa ada orang yang suka, dan ada pula yang membenci dirinya. Ia pun mengaku tak pernah memaksa agar semua masyarakat bisa menyukai karyanya.

Namun, alangkah baiknya jika rasa tak suka seseorang terhadap dirinya diungkapkan melalui kritik yang mem­bangun. Bukan hanya sekadar untuk mengolok-oloknya seperti seseorang yang memiliki dendam pribadi terhadapnya.

“Aku enggak maksa kalian buat suka sama karyaku kok. Setidaknya hargai saja karyaku yang kata kalian enggak enak ini dengan cukup tidak usah didenger saja. Kalaupun enggak sengaja denger terus gatel pengin ngomentarin, mbok ya kritik yang mem­bangun saja biar aku bisa ber­karya lebih baik lagi,” tuturnya.

“Jangan malah alesan kritik tapi isinya kek orang yang dendam kesumat gitu. Alesannya ini negara de­mok­rasi makanya bebas ber­pen­dapat. Iya bebas tapi mbok ya bahasane sing enakk. Wong aslinya haters ae kok pake berkedok netijen biar aman tahh,” tambahnya.

Di akhir tulisan, wanita kelahiran Surabaya, Jawa Timur ini menulis bahwa dirinya sadar bahwa melalui unggahannya, banyak mas­ya­ra­kat yang akan menilai ia terlalu berlebihan.

Akan tetapi, Via hanya sekadar ingin me­ngu­ta­ra­kan pendapatnya mengenai apa yang ia rasakan saat ini, mulai dari seringnya dicap sebagai Ratu Cover lagu, hingga karyanya yang dianggap merupakan plagiat orang lain.

“Abis ini tulisan ini bakalan dikomentarin, dibilang aku baperan lah, lebay lah, sensasi doang lak (halahh wes sak karepmu),” tutup Via.okz/ron

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *