Makanan Banyak Membusuk

CARACAS — Pemadaman listrik secara besar-besaran di Venezuela telah memasuki hari keempat pada Ahad (10/3). Hal ini menyebabkan banyak fasilitas di negara itu terganggu.

Listrik yang padam membuat mulai dari rumah sakit, per­tokoan, hingga rumah-rumah penduduk kerepotan. Sebagai contoh, banyak makanan di toko-toko yang membusuk dan kurangnya air untuk berbagai keperluan orang-orang.

Pihak berwenang dilaporkan telah berhasil menyediakan akses listrik untuk sebagian wilayah. Saat ini, Pemerintah Venezuela menghentikan sementara akti­vitas sekolah serta bisnis di negara itu untuk mengatasi masalah ini.

Meski demikian, tidak ada pemberitahuan hingga kapan hal itu dilakukan. Banyak ke­khawatiran bahwa masalah yang timbul dari pemadaman listrik ini akan semakin meluas tanpa batas.

Pemadaman listrik besar-besaran terjadi di Venezuela mulai Kamis (7/3) lalu. Hal ini menjadi yang terburuk terjadi di negara itu di tengah ambruknya ekonomi di bawah hiperinflasi serta krisis politik.

Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido pada Januari lalu telah meminta konstitusi men­g­am­bil alih kepresidenan. Ia menyatakan bahwa pemilihan kembali Nicolas Maduro se­bagai presiden negara itu adalah sebuah penipuan.

Guaido kemudian menyatakan protes atas situasi yang terjadi saat ini. Ia mengkritik keras pemerintah yang gagal men­jelaskan adanya pemadaman listrik besar-besaran tersebut.

“Rezim pemerintah hingga saat ini setelah berhari-hari pemadaman listrik terjadi tidak juga memiliki penjelasan apa­pun,” Guaido menegaskan.

Di lingkungan Chacao, Ibu Kota Caracas, warga melakukan unjuk rasa atas pemadaman listrik terburuk yang tengah terjadi. Mereka membuat barisan di sepanjang jalan untuk men­yampaikan protes.

“Makanan yang kami simpan di dalam lemari es saat ini telah busuk, kegiatan bisnis tidak berjalan, tak ada komunikasi, bahkan dengan menggunakan telepon seluler,” ujar salah satu warga Ana Cerrato dilansir Independent, Senin (11/3).

Cerrato mengatakan tak ada sebuah negara yang dapat bertahan tanpa listrik lebih dari 50 jam. Perempuan yang ber­profesi sebagai seorang penjaga toko ini juga menilai bahwa Venezuela membutuhkan bantuan di tengah krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di sana.

Sementara itu, Menteri Infor­masi Venezuela Jorge Rodriguez menyatakan bahwa pemerintah tengah menangani situasi. Meski demikian, ia tak menjelaskan penyebab pemadaman listrik besar-besaran yang terjadi hingga saat ini.rep/rds

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *