loader image

Karnaval BSF 2019 Dimeriahkan 5000 Lebih Peserta 

BANJARMASIN – Parade Ban­jar­masin Sasirangan Festival (BSF) yang digelar sabtu pagi (9/3) kemarin di­banjiri ribuan peserta.  Dengan memakai kain beraneka ragam corak sa­sirangan,  pagelaran event tahun ke tiga tersebut sangat meriah.  

Diprediksi peserta karnaval sa­sirangan kali ini lebih dari 5000 orang yang sudah siap sejak pukul 07.00 WITA.

Mereka yang terdiri dari kepala di­nas dan pegawainya di lingkungan pe­mko Banjarmasin, perkumpulan dan organisasi, dan masyarakat umum tampak semangat berjalan kaki da­ri siring balaikota Jalan RE mar­ta­di­nata hingga menuju pusat event pa­ng­gung siring menara pandang piere tendean.

Bahkan ratusan  pelajar SMP mem­bentangkan kain sasirangan se­pan­jang 300 meter hasil buah karya me­reka untuk BSF 2019. Ditambah la­gi puluhan anak muda dengan pa­kaian kostum hasil kreasi mereka, ju­ga terlihat ikut terlibat  me­nye­ma­ra­kan acara tersebut. 

Tak hanya itu,  70 pedagang pa­sar terapung ikut berparade dengan ka­in sasirangan di sungai martapura.  Acara lebih lebih meriah dengan di­tampilkannya fashion show yang di­ikuti seluruh perwakilan masing – ma­sing SKPD Pemko Banjarmasin. Ser­ta pembagian doorprice BSF. 

Wali Kota Banjarmasin,  H. Ibnu Sina mengungkapkan, event BSF 2019 mengambil tema “Harmoni war­na warni kain Nusantara” ber­tu­juan untuk lebih memperkenalkan kain bermotif sasirangan kepada se­mua khalayak, tak hanya di Kota Ban­jarmasin, tetapi harapannya motif kain ini bisa disukai oleh masyarakat du­nia. 

“ Alhamdulilah pastisipasi ma­syarakat dalam meramaikan festival BSF sangat besar, artinya tujuannya ingin menumbuh cintaan terhadap kain sasirangan karena ini kain sa­sirangan bisa dipakai resmi dan santai se­perti ini, formal atau non formal di­sambut baik oleh masyarakat,”kata Ibnu.

Tahun ini adalah tahun ke tiga pelaksanaan event BSF di Ban­jar­masin. Antuasias masyarakat dalam pa­rade BSF semakin tahun juga se­makin bertambah sehingga mantan orang nomor satu di lingkungan pem­ko Banjarmasin ini berharap pada ta­hun depan karnaval BSF bisa masuk agenda wisata nasional. 

“Alhamdulillah, event kita sudah di­be­rikan lampu hijau oleh Ke­men­trian Pariwisata dan kami mencoba me­menuhi persyaratan itu untuk me­ngajukan event secara resmi agar bisa menjadi agenda wisata nasional di tahun depan,”katanya.

Sementara,  Ketua Dekranasda kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah ber­harap dengan digelarnya parade dan lom­ba motif kain sasirangan akan me­nambah kecintaan terhadap kain sa­sirangan.  “Harapannya tak hanya ora­ng banjar,  tapi juga orang luar ka­limantan pun bisa menyukai kain sasirangan, apalagi kini sudah banyak motif baru serta warna yang natural yang bisa memenuhi selera dunia, “demikiaN Hj Siti Wasilah. via

Event BSF Closing Dengan Penjualan Sasirangan Rp 866,3 Juta

BANJARMASIN – Pelaksanaan event BSF 2019 yang digelar oleh pem­ko Banjarmasin dan Dekranasda Kota Banjarmasin berjalan sukses dan meriah.

Selama pelaksanaan dari tanggal 6 – 10 maret  dengan berbagai rang­kaian agenda, event dengan tujuan me­ngangkat marwah kain sasirangan ke kancah nasional bahkan dunia ter­sebut berhasil meraup hasil penjualan khas sasirangan hingga lebih Rp 886 Ju­ta dengan jumlah pengunjung se­kitar Rp 17.000 orang.

“Penjualan sasirangan ini adalah ha­sil yang menggembirakan, meski tak sampai 1 miliar rupiah namun peningkatan penjualan dari tahun ke­marin meningkat lebih dari 100 per­sen, “ujar Wali Kota Banjarmasin H.Ibnu Sina, usai menutup BSF 2019, di panggung utama Siring Me­nara Pandang jalan Piere Tendean, Minggu (10/3)

Menurut orang nomor satu di lingkungan pemko Banjarmasin, dari tahun ke tahun hasil karya untuk kain sasirangan lebih banyak ke­ma­juan, kreasi dan inovasi. Adanya BSF ini ter­nyata memacu semangat dan inovasi bagi pengrajin sa­si­ran­gan un­tuk­ terus berinovasi dan ­m­­e­­­­ngembangkan kreatifitasnya lebih baik lagi.

”Mudah mudahan event ini men­jadi barometer perkembangan kain sa­sirangan, fashion dan masuknya sasirangan dalam industri fashion dan wisata budaya kota Banjarmasin, “harap Ibnu. 

Ia pun ingin kain sasirangan tetap ek­sis di dunia fashion dan desainer, se­hingga dia berharap para desainer ju­ga tak malu mengangkat kain sa­si­ra­ngan menjadi trend fashion ke depan. 

Baginya berhasilnya event BSF 2019, adalah usaha pihaknya dalam mengangkat kain sasirangan dan event budaya adalah usaha yang tak sia – sia selama tiga tahun berturut – turut.

“Banyak kemajuan inovasi dan kreatifitas yang muncul sehingga saya rasa kreativitas putra daerah tak kalah bersaing dengan putra daerah di luar sana.

Kini kita pun tak kaget lagi jika su­dah di luar daerah yang pakai kain sa­sirangan bukan orang banjar karena penjualan sasirangan sudah terbuka lu­as,”katanya.

Sementara pada Penutupan BSF 2019, dibagikan juga hadiah bagi pe­menang lomba fashion busana sa­si­rangan, lomba desain motif sa­si­rangan, lomba mewarna, pemenang stand expo, dll. via

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *