loader image

Pertanyakan Pergantian Direksi dan Komisaris Bank Kalsel

Imam Suprastowo

BANJARMASIN – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Kalimantan Selatan pertanyakan pergantian dua Direksi dan Komisaris Bank Kalsel yang dianggap secara tiba-tiba.

Sementara Bank Kalsel beralasan perkembangan kinerja Bank Kasel pada tahun buku 2018 dibandingkan tahun buku 2017 tidak begitu menggembirakan, dimana tergambar pada keuntungan bisnis Bank Kalsel menurun sekitar 35,6 persen, kredit mikro menurun sekitar 17 persen dan kredit konsumtif menurun sampai Rp 23,4 miliar, sehingga Bank Kalsel melalui RUPS melakukan evaluasi terhadap kinerja tersebut.

Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo, mengatakan, standar penurunan kinerja itu dimana? Selama ini dulu dilaporkan buku tinggi sekarang rendah berarti ada sesuatu yang dihapuskan.

Sebenarnya bukan penurunan kinerja untuk menutup NPL itu, harus ada yang menutup. “Kita sendiri agak terkejut kalau dalam waktu singkat NPL sekian-sekian terutama di cabang DKI Jakarta, kita jadi tanda tanya penurunannya dimana tidak menutup kemungkinan ada pemutihan,” ujar Imam di Banjarmasin, Jumat (1/3).

Kalau dikatakan detailnya dewan tidak tau karena tidak pernah diajak.”Kalau memanggil kita beberapa kali untuk dialog,cuma pengawasan ada di OJK,”jelasnya.

Pengawasan terhadap bank itu secara politis saja, teknisnya oleh OJK.”kita belum tau siapa yang ditunjuk kalau kedua direktur itu dari profesional Bank Kalsel. Sesuatu pekerjaan kalau tidak diserahkan kepada ahlinya akan menyebabkan ke­mu­daratan,”tegasnya.

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) memang memiliki haknya untuk melakukan pergantian direktur Bank Kalsel.”Secara teknisnya dari Komisi II DPRD Kalsel tidak tau karena tidak pernah diajak, kita lihat perkembangannya dimana,”tambahnya.

Kalau itu tadi dinamakan menurunnya kinerja akibat pemutihan bukan penurunan kinerja, tapi memang sudah menjadi suatu kebiasan di bank dengan ada pemutihan menjadi surperay.

Sebelumnya, secara mengejutkan Bank Kalsel melakukan penyegaran di jajaran direksi dan komisaris pada RUPS-LB dengan menggantikan Direktur Bisnis, Rudi Syahrinsyah, Direktur Operasional, Gusti Agus Permana dan Komisaris Independen, H. Zulfadl Gazali.rds

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *