Mata Banua Online
Kamis, April 2, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Stop Boros Pangan untuk Ketahanan Pangan

by Mata Banua
1 Desember 2025
in Banjarmasin
0
D:\2025\2 Desember 2025\5\hal 5\Wakil Walikota Banjarmasin, Hj.Ananda dan jajaran.jpg
WAKIL Walikota Hj Ananda bersama jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan ( DKP3) foto bersama di sela kegiatan sosialisasi stop boros pangan.(foto:mb/ist)

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan ( DKP3) menggalakkan program nasional ‘ Stop Boros Pangan’ , Senin (1/12)

Wakil Walikota Banjarmasin, Hj.Ananda mengajak masyarakat kota ini untuk menggunakan bahan pangan secukupnya. “Stop boros pangan untuk menjaga ketahanan pangan, kerawanan pangan, dan menjaga inflasi daerah di kota Banjarmasin,” ujar Hj Ananda.

Berita Lainnya

Pemko Banjarmasin Berlakukan WFH

Pemko Banjarmasin Berlakukan WFH

1 April 2026
Permohonan Pindah KTP ke Banjarmasin Meningkat

Permohonan Pindah KTP ke Banjarmasin Meningkat

1 April 2026

Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, Yuliansyah Effendi mengundang sejumlah elemen masyarakat untuk menyampaikan ajakan agar mubazir dengan makanan.

Menurutnya, menyediakan makanan secukupnya untuk menghindari sisa makanan yang terbuang yang akhirnya menjadi sampah. “Sisa makanan yang terbuang di kota seribu sungai ini termasuk sangat tinggi. Sampah pangan yang dihasilkan di Banjarmasin menyumbang 40 persen setiap harinya,” katanya.

Maka dari itu, melalui sosialisasi ini Yuliansyah berharap masyarakat bisa teredukasi untuk menggunakan pangan dengan tidak berlebih-lebihan dan secukupnya.

Bahkan dalam agama terutama Islam pun diajarkan hal serupa sehingga harapannya hal ini bisa di contoh masyarakat luas.

“Sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW bahwa makan saat lapar dan berhenti sebelum kenyang artinya jangan berlebihan. Harapannya masyarakat bisa meniru,” tuturnya.

Ia berharap dengan menumbuhkan kesadaran untuk tidak boros pangan ini bisa dimulai dari diri sendiri. Kemudian secara perlahan bisa mengajak orang sekitar.

“Harapannya mulai saat ini kita hemat bahan makanan, atau makan secukupnya jangan berlebihan sehingga tak banyak terbuang lagi, “katanya

Sosialisasi ini, lanjutnya, juga untuk menjaga ketahanan pangan untuk anak cucu kita mengingat dampak boros pangan ini cukup luas. via

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper